Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kebahagiaan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juli 2013

Jualan Dawet Ceritanya

My body aching all over, but i’m very glad with this day


Sudah 3 hari kami berjualan dawet dan sup matahari dalam bazar didekat rumah. Dua hari kemarin hujan lebat mengguyur, dan petir bersahut-sahutan, meski begitu alhamdulillah jualan kami lumayan juga, meski tidak habis semua.  Ah, rejeki Allah yang atir begitu pikir saya. Dan benar saja hari ini  ini begitu cerah dan hanya sedikit gerimis. Jualan kami laris manis diserbu pembeli, sampai-sampai kami telat berbuka. Saya sampai menitikkan air mata, antara bahagia lelah serta bingung menghadapi pembeli yang begitu banyaknya. Rencanamu memang selalu indah ya Allah...


Jumat, 17 Februari 2012

cerita semasa SMA : bu fatkhiyah


            “Assalamu’alaikum” beliau membuka kelas siang di siang terik. Seualas senyum tersungging di wajahnya. Nur Fatkhiyah hidayati nama guru yang tak pernah lelah memberi sejumput semangat untuk murid-muridnya walaupun ia tahu bahwa kami sudah lelah setelah sekian jam berkutat dengan buka ditambah dengan jam tambahan yang membuat kami luar biasa lelah. namun, dengan semangat yang ia kobarkan. Kami pun ikut terpacu. Hari ini kami belajar tentang cacat dan penyakit menurun yang terangkai dengan autosom. Ia awali dengan penyakit Albino ingatanku melayang-layang jauh menembus awan mengingat terkadang ketika pulang ke rumah di sudut boyolali perbatasan antar boyolali, klaten dan solo dengan naik bus solo-jogja bus yang sopirnya membuat jantungan penumpangnya. Aku sering sekali melirik penampilannya atau mungkin sesuatu yang tidak normal pada laki-laki. Kitidak normalan tersebut ialah karena ia tak berpigmen atau biasa disebut Albino. Bu fath melanjutkan bahwa orang yang tidak mempunyai pigmen kulit jika terkena terik matahri permukaan kulitnya serasa ditusuk-tusuk. Wah berarti kasihan sekali ia batinku.
             Penyakit yang kedua ialah thalasemia pikiranku langsung tertuju pada seorang penulis kenamaan yang telah menerbitkan lebih dari 60 buku yakni, pipiet senja. Penyakit lethal dominan (gen yang dalam keadaan homozigot dapat menimbulakan kematian) ini terbagi dua mayor dan minor. Bahakan bagi penderita thalasemia  mayor dapat mengakibatkan kematian. Walaupun pada penderita minor jika tidak diobati juga mengakibatkan kematian.
            Penyakit- penyakit lainnya ialah,anemi sel sabit, cystinuria (batu ginjal) brachydactily (jari pendek), polidaktili (jari-jari banyak),sindaktili (jari-jari menyatu). Gangguan mental FKU (fenil keton uria), diabetes mellitus.
            Penyakit polidaktili membuatku teringat tetanggaku yang sudah meninggal. Mbah punjul biasa ia disebut nama itu diberikan orang tuanya karena ia memiliki jari-jari yang lebih. Sedangkan saudara-saudaranya juga memiliki nama yang hampir mirip seperti namanya seperti genep karena jumlah jari pada setiap tangan atau kakinya genap. Semoga Allah swt merahmatinya.
            Pada saat menjelaskan tentang gangguan mental FKU aku tergelitik untuk bertanya apakah Autis juga disebabkan oleh cacat dan penyakit yang terangkai dalam autosom. Ia menjawab bahwa tidak ada hubungannya. Zaman dahulu hampir tidak ada anak autis, ia menambahkan. Namun sekarang, banyak anak yang tidak bisa berkomunikasi dua arah atau Autis. Mungkin karena asupan gizi, pada saat kehamilan ibu yang mengandung stress atau mungkin yang lainnya. Wa’allahualam bish showab

Kamis, 16 Februari 2012

Cinta dalam segelas teh



            Adalah saat- saat yang membahagiakan ketika ada seseorang yang berbahagia karena kita. saat itu adalah ketika saya menyedu teh dan menyajikannya kepada kakek dan nenek saya. Saat ketika selepas isya dan sedang bercengkrama di teras. Melihat senyum terkembang yang tersungging di wajah mereka adalah rasa bahagia yang mengharukan.

            Orang tua kami, terbiasa untuk selalu mendidik kami untuk selalu berbakti kepada orang tua. Meski hal-hal yang kecil, namun bermula dari hal-hal yang kecilah akan mampu menumbuhkan rasa hormat kita kepada orang yang lebih tua. Ngajeni, begitu orang jawa bilang. Tidak hanya menghormati orang yang lebih tua tetapi juga memberikan hal-hal yang sebenarnya ringan, namun akn berarti jika kita mengerjakannya dengan ikhlas.
            Atau jika orang tua kita, saudara, paman, atau yang lainnya berada jauh dari kita. Sebenarnya ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa sayang kita terhadap mereka. dengan telefon atau sms misalanya, hanya untuk sekedar menanyakan kabar, menanyakan hal-hal yang biasa dikerjakan atau menanyakan sudah makan atau belum. Hal-hal kecil yang sering luput dari pengamatan, yang sebenarnya bisa membuat hubungan semakin erat.
            Banyak orang yang beranggapan jika sudah mengirim uang kepada orang tua, maka gugurlah kewajiban mereka berbakti. Berdo’a untuk mereka juga sangat berarti. Atau sering memberikan perhatian kepada orang tualah yang terkadang membuat orang tua kita semakin berbahagia, karena mereka tahu bahwa anak mereka sangan peduli terhadap mereka.